Apakah Anda pernah melihat otot atlet binaraga? luar biasa bukan?
volume otot yang besar ditambah dengan serat-serat otot yang keluar
menggambarkan kekuatan dan keperkasaan. Untuk mendapatkan otot yang
besar dan bagus ternyata sangat tidak gampang, perlu latihan yang keras
dan benar, disiplin dalam mengatur asupan makanan dan pola hidup sehat.
Terutama asupan protein yang banyak itu yang akan sangat bepengaruh pada
volume otot.
Tapi ada yang lebih penting dari asupan protein dan nutrisi ke dalam
tubuh untuk mendapatkan volume otot yang besar dan bagus, yaitu latihan
yang keras dan benar. Untuk meningkatkan volume otot menjadi besar dan
kuat harus latihan dengan beban yang berat, semakin berat beban yang
diangkat maka volume otot akan semakin besar dan kuat. Otot tidak akan
bertambah besar jika beban yang diangkat misalkan 10 Kg dari awal kita
latihan dan terus menerus selama bertahun-tahun 10 Kg tidak
ditingkatkan.
Saya merenung dan berpikir bahwa kehidupan kita pun harus sperti
otot, semakin dikasih beban yang berat maka kita harus semakin
bertumbuh. Semakin berat ujian yang menimpa kita maka harusnya kita
semakin menjadi besar dan kuat, karena ujian dan cobaan itu bukan untuk
melemahkan kita justru untuk menguatkan dan menjadikan kita menjadi
besar.
Seringkali kita memberikan label negatif terhadap musibah atau
penderitaan baik itu sakit, dihina, difitnah dan lain-lain. Ketika kita
mendapatkan masalah seringkali kita berpikir Tuhan sedang marah, bahkan
sering juga kita berpikir Tuhan tidak adil. Padahal musibah atau
penderitaan yang kita alami itu cara Tuhan untuk mengungkapkan cintanya
kepada kita. Musibah itu tidak berbahaya yang bahaya itu penyikapan kita
terhadap musibah itu jika musibah itu kita tanggapi dengan negatif.
Perlu diingat bahwa semua orang suci atau para nabi itu dimurnikan
dengan jalan penderitaan. Sejarah mengajarkan kita bagaimana nabi Ayub
mendapatkan karunia ujian berupa hartanya yang habis dan jatuh miskin,
kemudian ditinggalkan anak-anaknya dan mendapatkan penyakit yang luar
biasa. Nabi Muhammad dari kecil yatim piatu, masa kanak-kanak dihabiskan
untuk bekerja sebagai penggembala kambing, setelah diangkat menjadi
nabi menjadi bulan-bulanan kafir Qurais berbagai ancaman telah nabi
rasakan dari mulai penyiksaan sampai usaha pembunuhan, dan banyak lagi
kisah orang hebat lainnya yang menjadi besar lewat penderitaan dan beban
hidup yang berat. Mereka mampu melewatinya dengan sabar.
Kemudian jadikan kritikan, nasihat atau masukan dari orang-orang
sekitar menjadi nutrisi atau vitamin untuk kehidupan kita. Selalu
rendahkan hati kita untuk menerima ilmu, nasihat dan masukan dari
orang-orang yang ada disekitar kita. Sehebat-hebatnya orang dia tidak
akan mampu melihat telinganya sendiri tanpa bercermin. Kita butuh cermin
untuk melihat kekurangan kita, siapakah cermin itu? merekalah
orang-orang terdekat kita yang peduli terhadap kita, yang bersedia
meluangkan waktunya untuk menasehati dan memberikan masukan kepada kita.
Salam kekar berkarakter..:)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar