Sabtu, 17 Januari 2015

Belajar Dari Otot

Apakah Anda pernah melihat otot atlet binaraga? luar biasa bukan? volume otot yang besar ditambah dengan serat-serat otot yang keluar menggambarkan kekuatan dan keperkasaan. Untuk mendapatkan otot yang besar dan bagus ternyata sangat tidak gampang, perlu latihan yang keras dan benar, disiplin dalam mengatur asupan makanan dan pola hidup sehat. Terutama asupan protein yang banyak itu yang akan sangat bepengaruh pada volume otot.
Tapi ada yang lebih penting dari asupan protein dan nutrisi ke dalam tubuh untuk mendapatkan volume otot yang besar dan bagus, yaitu latihan yang keras dan benar. Untuk meningkatkan volume otot menjadi besar dan kuat harus latihan dengan beban yang berat, semakin berat beban yang diangkat maka volume otot akan semakin besar dan kuat. Otot tidak akan bertambah besar jika beban yang diangkat misalkan 10 Kg dari awal kita latihan dan terus menerus selama bertahun-tahun 10 Kg tidak ditingkatkan.
Saya merenung dan berpikir bahwa kehidupan kita pun harus sperti otot, semakin dikasih beban yang berat maka kita harus semakin bertumbuh. Semakin berat ujian yang menimpa kita maka harusnya kita semakin menjadi besar dan kuat, karena ujian dan cobaan itu bukan untuk melemahkan kita justru untuk menguatkan dan menjadikan kita menjadi besar.
Seringkali kita memberikan label negatif terhadap musibah atau penderitaan baik itu sakit, dihina, difitnah dan lain-lain. Ketika kita mendapatkan masalah seringkali kita berpikir Tuhan sedang marah, bahkan sering juga kita berpikir Tuhan tidak adil. Padahal musibah atau penderitaan yang kita alami itu cara Tuhan untuk mengungkapkan cintanya kepada kita. Musibah itu tidak berbahaya yang bahaya itu penyikapan kita terhadap musibah itu jika musibah itu kita tanggapi dengan negatif.
Perlu diingat bahwa semua orang suci atau para nabi itu dimurnikan dengan jalan penderitaan. Sejarah mengajarkan kita bagaimana nabi Ayub mendapatkan karunia ujian berupa hartanya yang habis dan jatuh miskin, kemudian ditinggalkan anak-anaknya dan mendapatkan penyakit yang luar biasa. Nabi Muhammad dari kecil yatim piatu, masa kanak-kanak dihabiskan untuk bekerja sebagai penggembala kambing, setelah diangkat menjadi nabi menjadi bulan-bulanan kafir Qurais berbagai ancaman telah nabi rasakan dari mulai penyiksaan sampai usaha pembunuhan, dan banyak lagi kisah orang hebat lainnya yang menjadi besar lewat penderitaan dan beban hidup yang berat. Mereka mampu melewatinya dengan sabar.
Kemudian jadikan kritikan, nasihat atau masukan dari orang-orang sekitar menjadi nutrisi atau vitamin untuk kehidupan kita. Selalu rendahkan hati kita untuk menerima ilmu, nasihat dan masukan dari orang-orang yang ada disekitar kita. Sehebat-hebatnya orang dia tidak akan mampu melihat telinganya sendiri tanpa bercermin. Kita butuh cermin untuk melihat kekurangan kita, siapakah cermin itu? merekalah orang-orang terdekat kita yang peduli terhadap kita, yang bersedia meluangkan waktunya untuk menasehati dan memberikan masukan kepada kita.


Salam kekar berkarakter..:)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar