Senin, 22 Februari 2016

Cinta Juga Punya Harga Diri (episode 1) :(

Perasaan yang tiba-tiba hadir di dalam dada bukanlah sesuatu yang salah. Meski ia hadir saat pertama kali bertemu. Ada debar di dada yang sulit ditenangkan saat mataku bertemu dengan tatapmu saat pertama kali. Aku pikir itu mungkin debar gugup karena pertama kali bertemu, namun aku pikir ulang, ini tak seperti biasanya. Banyak perempuan lain yang aku temui untuk pertama kalinya, namun tak ada perasaan seperti saat ini yang aku rasakan. Ah, apa mungkin ini jatuh cinta, karena memang cinta itu katanya bisa datang kapan saja kepada siapa saja, meski kepada seseorang yang baru saja kita temui. 

Memang perasaan suka begitu, dia bisa memilih kapan dan kepada siapa ia memilih jatuh. dan aku hanya punya dua pilihan menyatakan lalu menerima resiko dibalas, ditolak atau diabaikan. Dan aku mengambil pilihan yang kedua yaitu memendamnya dan percaya suatu saat nanti perasaan ini akan menguap seperti embun dengan bantuan sang waktu. Namun, terkadang ada beberapa hal di luar kendali kita, sesuatu yang tak bisa diarahkan. Ya, sesuatu itu adalah tentang perasaan, hadirnya sulit ditebak, kehadirannya tak bisa diarahkan. di awal kuduga perasaan ini akan lenyap, namun semakin hari semakin memenuhi hati dan lamunan.

Pada akhirnya aku mencari tentang dirimu dari temanmu, dan aku mendapatkan kontakmu. Mencoba memberanikan diri menyapamu melalui chatting. Sungguh aku bahagia saat Chat dariku kamu balas. Menunggu balasan chat darimu lebih deg-degan daripada menunggu pengumuman kejuaraan saat bagi raport waktu SD. Hampir setiap hari aku menyapamu melalui chatting, tapi dirimu tak menunjukan ada perasaan yang sama denganku. Bagiku waktu chatting denganmu adalah waktu terbaik diantara sepanjang hari, tapi bagimu tak lain hanyalah menganggap sebagai buang-buang waktu, itu terbukti saat Chatting dariku hari Senin kamu balas pada hari Kamis dan itu sering, padahal aku selalu melihat perubahan statusmu dan ganti-ganti DP hampir sehari tujuh kali.

Pada akhirnya aku menyadari bahwa cinta tak hanya tentang perasaan tapi juga tentang kenyataan. jika kamu tak membalas cintaku, maka aku akan meninggalkanmu, karena cinta juga punya harga diri. Dan aku akan melanjutkan perjalananku membawa hati yang patah. Aku percaya bahwa semesta telah menyiapkan banyak cerita yang lebih indah.

*Bersambung ah cangkeul.. hate.

Selasa, 19 Mei 2015

The Power of Do'a

Tidak ada hal yang yang akan memberikan kedamaian, kebahagiaan dan kekuatan kepada kita selain dari ketaatan kita kepada Allah Tuhan semesta alam. Semua masalah selalu ada solusi dan dari sekian banyak masalah dan sekian banyak solusi, tidak ada solusi yang lebih dahsyat kecuali segalanya kita kembalikan kepada Allah Tuhan semesta alam, karena Dia lah sumber dari segala sumber kekuatan, Dia lah yang mampu memberikan kedamaian dan kebahagiaan yang hakiki dalam hidup ini.

Saat kita inginkan mobil atau rumah mewah, lalu kemudian kita mendapatkan mobil dan rumah mewah tersebut pasti kita bahagia, tapi bahagianya hanya beberapa bulan saja, dibulan-bulan berikutnya kita akan merasa biasa dengan mobil dan rumah mewah tersebut. Tapi ketika kita mampu merasakan kehadiran Allah dalam hati pada masa sulit atau pun lapang, hati akan tetap tenang. Saat kita memiliki barang-barang berharga maka kita akan menjaga barang-barang tersebut, tapi ketika kita memiliki hati yang di dalamnya  mampu merasakan kehadiran Allah, maka kita yang akan dijaga oleh keyakinan itu.

Orang-orang yang beriman kepada-Nya mengetahui bahwa penangkal segala kecemasan dan kegalauan adalah dengan berserah kepada-Nya, memohon dan meminta pertolongan kepada-Nya karena Dia Sang Maha pencipta yang memiliki kekuatan tak terbatas yang merespon saat diminta. memohon segala sesuatu kepada-Nya yang sering kita ungkapkan lewat lantunan do'a-do'a kita akan memberikan energi yang paling kuat pada diri kita.

Do'a adalah langkah pertama menuju tindakan. Do'a akan mendorong kita untuk melakukan sesuatu. Bahkan dalam Hadits dikatan bahwa "“Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi). Do'a adalah solusi dari setiap masalah. Bukan dengan melihat masalahnya lalu memperdebatkan dan membesar-besarkan nya, hal itu hanya akan membuat diri kita terbelenggu oleh masalah. Allah minta kepada kita untuk senantiasa berdo'a dan sabar berserah pada-Nya.

Sesungguhnya Allah berfirman: "Aku sebagaimana prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdo'a kepada-Ku.". Percayalah dengan do'a-do'a yang kita lantunkan semuanya akan dijawab oleh Allah bahkan Dia akan menjawab lebih dari yang kita pinta, karena yang lebih tahu tentang kebutuhan kita adalah Dia Sang Maha Pencipta.

William james, seorang pelopor psikologi asal Amerika serikat pernah mengungkapkan dalam tulisannya; "Keimanan adalah  salah satu kekuatan yang mendorong manusia hidup, dan ketiadaan keimanan berarti kehancuran."

Terima kasih dan tetaplah berdo'a !

Senin, 18 Mei 2015

Stop Mencela Dosa Orang Lain

Tugas kita dalam hidup ini adalah terus memperbaiki diri dan mengajak orang lain disekitar kita untuk berbuat baik. Mengurusi kejelekan orang lain bahkan sampai menghakiminya itu bukan tugas kita. Kalau diri ini disibukan dengan mengurusi dosa dan kejelekan orang lain terkadang lupa terhadap dosa dan kejelekan diri sendiri. Siapapun yang berbuat maka ia akan dihakimi dengan perbuatannya tersebut, jangan terlalu sibuk mengurusi yang bukan urusan kita, jangan terlalu sibuk memikirkan yang seharusnya tidak kita pikirkan.

Bahkan dalam memberikan nasehat pun harus berhati-hati, luruskan niat, menasehati itu harus dilandasi dengan keikhlasan, ketulusan dan kasih sayang dari dalam hati. Saat nasehat kita diterima dan memberikan dampak yang baik bagi dia yang kita nasehati itu semata-mata karena Allah yang telah membukakan hatinya, jangan pernah merasa hebat karena kita telah memberikan nasehat dan membuat dia berubah dengan nasehat kita.

Dan waspadalah, kita akan diuji dengan apa yang kita nasehatkan. Kalau kita menasehatkan tentang kesabaran maka suatu saat Allah akan menguji kesabaran kita. Nasehatkan tentang pacaran maka suatu saat kita pasti akan diuji dengan hal itu. Ada orang yang dulunya anti pacaran, ia nasehati kiri kanan orang-orang untuk tidak berpacaran, lalu kemudian Allah uji dia dengan yang ia nasehatkan, dan pada akhirnya tidak sedikit yang tidak lulus dengan ujiannya, yang dulunya dia "penasehat" untuk orang pacaran, di kemudian hari ia menjadi "pelakunya".

Yang salah bukan nasehatnya, tapi hati yang terkadang bengkok dalam memberikan nasehat, kadang tercampur dengan kesombongan merasa diri suci, terkadang kita merasa diri sedang menasehati padahal sedang menghakimi, mencela bahkan mencaci. Dan ini harus lebih waspada lagi, benar-benar harus waspada, karena Rasulullah SAW bersabda : "Barang siapa yang menjelekkan saudaranya dengan dosa (yang pernah diperbuatnya), maka orang tersebut tidak akan mati sebelum melakukan dosa tersebut. (HR. Tirmidzi)"

Berhentilah menjelek-jelekan saudara kita yang berbuat dosa, kita tidak boleh menjelek-jelekkan dia yang berbuat dosa bukan karena siapa dia, tapi karena siapa kita. Mencela tidak akan memberikan kebaikan. "Maukah  kalian aku tunjukan sesuatu, jika kalian mengerjakannya, maka akan timbul rasa saling mencintai diantara kalian. Yaitu sebarkanlah salam (HR. Muslim)". Inti dari kalimat salam adalah do'a.

Yang paling dibutuhkan saudara kita adalah do'a, dan do'a yang baik akan kembali kepada diri kita sendiri. Dan berikan nasehat bila perlu, dengan nasehat yang elegan, nasehat yang timbul dari ketulusan hati yang penuh dengan kasih sayang. Yang paling pas dalam memberikan nasehat adalah berbagi pengalaman dan berbagi ilmu.

Terima Kasih..

Senin, 06 April 2015

Luka Menguatkan

Apa yang kita tanam maka itulah nanti apa yang akan kita petik, kalau kita menanam kebaikan maka nanti kita akan menuai kebaikan. Tapi apa yang kita tuai hari ini belum tentu ia adalah tanaman kita di masa lalu. Kejadian buruk hari ini yang kita rasakan belum tentu itu adalah balasan perbuatan buruk kita dimasa lalu. Karena kejadian buruk yang saat ini menimpa kita, bisa jadi ia hasil perbuatan kita dimasa lalu, bisa juga ujian untuk kita.

Ada beberapa orang yang saya kenal yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, ia diperlakukan sangat tidak manusiawi,beraneka kepedihan ia rasakan dalam rumah tangganya, yang pada akhirnya gagal-lah ia dalam berumah tangga. Padahal yang saya kenal mereka adalah wanita solehah, ketika masa remajanya ia wanita terhormat yang mampu menjaga diri  jauh dari pergaulan yang tidak baik. Tapi kenapa ia mengalami beraneka kepedihan dan luka dalam hidupnya, menurut hemat saya inilah cobaan hidup yang akan meningkatkan derajat ia disisi Allah SWT.

Salah satu orang tersebut saat ini sudah mampu melewati masa-masa kepedihan itu, dan pada akhirnya setelah beliau mengalami luka yang begitu sangat dalam, beliau lewati dengan bersabar dan bersandar pada Sang Pemilik Kekuatan, saat ini beliau hidupnya lebih berkelas. Dimata orang-orang sekitar beliau dihormati dan hidupnya selalu menebar manfaat. Episode-episode luka dalam hidupnya mampu ia lewati dan pada akhirnya bahagia yang ia raih. Kalau benar menjalaninya hidup ini akan berakhir bahagia, kalau belum bahagia berarti hidup ini belum berakhir.

Rosululloh sering dihina,dicaci maki, didzalimi, dan disakiti, padahal beliau tidak pernah menghina, mencaci, mendzalimi dan menyakiti orang lain. Itulah bentuk kasih sayang Allah untuk menguatkan Rasululloh SAW. Saya juga baca sejarah-sejarah parah Nabi dan orang-orang besar yang mulia pada akhir episode kehidupannya, ternyata mereka yang pada akhirnya menjadi mulia adalah mereka yang mampu melewati kepedihan dan menaklukan penderitaan.

Kalau kita ingin menjadi orang besar yang mulia, maka jangan takut menghadapi cobaan berupa penderitaan dan luka, jangan lari dari masalah karena ia yang akan mendewasakan kita, hadapi dengan tetap berserah pada Allah SWT. Berpikir positiflah kepada Allah bahwa luka ini adalah cara Allah menguatkan kita, cara Allah medewasakan kita. Semua akan baik-baik saja, Allah akan memberikan ujian kepada hamba-Nya sesuai dengan porsinya, tidak mungkin Allah memberikan ujian diluar batas kemampuan hamba-Nya. Allah Maha Pengasih, Allah Maha Penyayang tidak mungkin Allah Dzalim kepada hamba-Nya.

Renungkan kasih sayang ayah bunda kepada anaknya yang begitu sangat luar biasa, meskipun anaknya sering mengecewakannya tapi ayah bunda tetap sayang. Siapa yang menitipkan rasa kasih sayang dihati ayah bunda? Dialah Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Kecintaan Allah kepada kita melebihi kecintaan ayah bunda kepada kita. Jadi puncak dari berbakti kepada ayah bunda adalah pengabdian kita kepada Allah.

Apa yang saat ini menimpa kita baik berupa luka atau bahagia semuanya adalah kasih sayang Allah. Saat kita berbuat jahat lalu Allah berikan musibah itu adalah peringatan supaya kita kembali kepada jalan yang benar. Saat kita berbuat baik tapi Allah memberikan luka, itu semata-mata untuk menguji keimanan kita dan menguatkannya. Maha Baik Allah..

Terima kasih..